memang benar kata orang, buah apel akan jatuh tidak jauh dari pohonnya..
benar juga kata orang, perkataan itu adalah doa
percaya atau tidak
berikan contoh kepada kami yang masih muda.
bagaimana akan ada kelemahlembutan pada diri seseorang yang setiap harinya menghadapi orang yang arogan?
bagaimana akan ada rasa perhatian pada diri seseorang yang setiap harinya menghadapi orang yang egois?
bagaimana akan terbiasa berpikir positif jika setiap harinya harus mendapat tuduhan yang tak benar, tuduhan kepada orang lain, dan semua yang negatif?
bagaimana akan ada keterbukaan jika setiap kesalahan hanya mendapat omelan tak terhenti?
itu hanya contoh kecil
orang tua berharap, mengajarkan. dan membawa semua yang baik pada anaknya, tapi tanpa sadar berbuat yang berlawanan pada kehidupan nyatanya
bagaimana bisa??
lalu anak itu di cap : me-nge-ce-wa-kan!
Oh God..
Swaktu kecil, semua arogansi yang ditempakan kepadanya, menumbuhkan kebencian sendiri kepada oarng tua. Namun terselamatkan oleh kemurnian hati anak kecil untuk mengasihani orang tuanya, dan berpegang teguh dengan kata-kata "bagaimanapun salahnya orang tua mu, mereka tetap orang yang harus kau hormati", anak kecil itu tetap tumbuh dalam tegar.
tapi sekarang, dalam tempaan yang tiada berubah, pantaskah anak dituntut hal yang berbeda dari yang orang tuanya tunjukkan??
tiada kelemahlembutan, tiada perhatian, hanya ada keegoisan, dan ketakutan, tanpa kasih kepada orang tua dan oarang lain..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar