di jaman seperti ini orang lemah ga akan bisa bertahan
tunggu, jangan samakan antara lemah dengan mencoba menjadi baik
aku tidak lemah.. hanya ingin menjadi orang baik
bersyukur sepanjang hidupku aku diajari hal yang baik
dengan segala kekecewaanku, tangisanku, sakitku, aku mencari sesuatu yang baik yang tersisa
dan nasibku yang selalu berbuat baik kepadaku, ada saja orang-orang baik yang tiba-tiba muncul dalam setiap sesi
entah kapan skenario itu harus berubah?
kini,,, penghianatan sudah menjadi hal yang biasa bagi ku (*mungkin), entah dalam cinta maupun persahabatan
yaa, aku sudah bisa dengan itu
dan kini.. aku pun tak tahu lagi mana takdir, cobaan atau memang hukuman buat aku
aku pun tak tahu lagi aku orang baik atau jahat
semua buram!!
hati ini sakit, saat tidak ada lagi yang bisa aku andalkan
tidak punya cinta
tidak ada shabat
bagai bertarung sendiri dalam peperangan. Namun anehnya aku tidak bisa mati, hanya sakit yang mendalam yang terasa.
aku bertahan dengan bekal masa lalu, masa lalu yang sebagian juga ada yang ingin aku hapus... tp pilihanya adalah, masa lalu tetap masa lalu, kalo mau hapu ya hapus semua, kalo tidak yang simpan saja semua
saat ini, aku tahu bagaimana rasanya dingin itu menusuk kulit
bagaimana bertahan sendiri, menopang beban dengan mentalmu sendiri
dan bagaimana waktu-waktu ini menyeretmu dalam jalan yang tak tertebak
ah, aku bosan bermain di tepian batas...
Mengenai Saya
- Nesnes17
- You don't need to know who i am or how my personality specification.. This blog contains all about my dailiy activities, my hobbies and interrest, and poems i have made. So, please enjoyed it.
Selasa, 16 Agustus 2011
Sabtu, 13 Agustus 2011
didikan orang tua
memang benar kata orang, buah apel akan jatuh tidak jauh dari pohonnya..
benar juga kata orang, perkataan itu adalah doa
percaya atau tidak
berikan contoh kepada kami yang masih muda.
bagaimana akan ada kelemahlembutan pada diri seseorang yang setiap harinya menghadapi orang yang arogan?
bagaimana akan ada rasa perhatian pada diri seseorang yang setiap harinya menghadapi orang yang egois?
bagaimana akan terbiasa berpikir positif jika setiap harinya harus mendapat tuduhan yang tak benar, tuduhan kepada orang lain, dan semua yang negatif?
bagaimana akan ada keterbukaan jika setiap kesalahan hanya mendapat omelan tak terhenti?
itu hanya contoh kecil
orang tua berharap, mengajarkan. dan membawa semua yang baik pada anaknya, tapi tanpa sadar berbuat yang berlawanan pada kehidupan nyatanya
bagaimana bisa??
lalu anak itu di cap : me-nge-ce-wa-kan!
Oh God..
Swaktu kecil, semua arogansi yang ditempakan kepadanya, menumbuhkan kebencian sendiri kepada oarng tua. Namun terselamatkan oleh kemurnian hati anak kecil untuk mengasihani orang tuanya, dan berpegang teguh dengan kata-kata "bagaimanapun salahnya orang tua mu, mereka tetap orang yang harus kau hormati", anak kecil itu tetap tumbuh dalam tegar.
tapi sekarang, dalam tempaan yang tiada berubah, pantaskah anak dituntut hal yang berbeda dari yang orang tuanya tunjukkan??
tiada kelemahlembutan, tiada perhatian, hanya ada keegoisan, dan ketakutan, tanpa kasih kepada orang tua dan oarang lain..
benar juga kata orang, perkataan itu adalah doa
percaya atau tidak
berikan contoh kepada kami yang masih muda.
bagaimana akan ada kelemahlembutan pada diri seseorang yang setiap harinya menghadapi orang yang arogan?
bagaimana akan ada rasa perhatian pada diri seseorang yang setiap harinya menghadapi orang yang egois?
bagaimana akan terbiasa berpikir positif jika setiap harinya harus mendapat tuduhan yang tak benar, tuduhan kepada orang lain, dan semua yang negatif?
bagaimana akan ada keterbukaan jika setiap kesalahan hanya mendapat omelan tak terhenti?
itu hanya contoh kecil
orang tua berharap, mengajarkan. dan membawa semua yang baik pada anaknya, tapi tanpa sadar berbuat yang berlawanan pada kehidupan nyatanya
bagaimana bisa??
lalu anak itu di cap : me-nge-ce-wa-kan!
Oh God..
Swaktu kecil, semua arogansi yang ditempakan kepadanya, menumbuhkan kebencian sendiri kepada oarng tua. Namun terselamatkan oleh kemurnian hati anak kecil untuk mengasihani orang tuanya, dan berpegang teguh dengan kata-kata "bagaimanapun salahnya orang tua mu, mereka tetap orang yang harus kau hormati", anak kecil itu tetap tumbuh dalam tegar.
tapi sekarang, dalam tempaan yang tiada berubah, pantaskah anak dituntut hal yang berbeda dari yang orang tuanya tunjukkan??
tiada kelemahlembutan, tiada perhatian, hanya ada keegoisan, dan ketakutan, tanpa kasih kepada orang tua dan oarang lain..
Langganan:
Komentar (Atom)